Read

Workshop Pemantauan Dan Penyampaian Informasi Kualitas Udara Ambien Dalam Rangka Mendukung Pelaksanaan Asian Games 2018 “Kualitas Udara yang Baik Untuk Mendukung Pelaksanaan Asian Games Tahun 2018”

2020-02-26 | 468 Views.
thumb_1582704553_New Project (12).jpg

Jakarta, 19 Juli 2018. Menjelang pelaksanaan Asian Games 2018 pada bulan Agustus, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Selatan terus memantau kualitas udara. Kebijakan yang diterapkan oleh kedua provinsi tersebut, diharapkan akan tercipta suatu kualitas udara yang baik. Hal ini tentunya sangat berpengaruh bagi berlangsungnya pelaksanaan Asian games 2018 mengingat kualitas udara yang baik akan mewujudkan prestasi yang baik pula.
 
Sistem informasi lingkungan hidup yang dilakukan secara terpadu dan terkoordinasi wajib dipublikasikan kepada publik. Dalam rangka menginformasikan sistem pemantauan kualitas udara ambien yang dilakukan oleh KLHK, Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara, Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (Ditjen PPKL) menyelenggarakan “Workshop Pemantauan dan Penyampaian Informasi Kualitas Udara Ambien dalam rangka mendukung pelaksanaan Asian Games 2018”.
 
Workshop yang dihadiri oleh peserta sebanyak 110 orang dari Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah ini, dilaksanakan sebagai rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia tahun 2018 dan Pameran Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun. Para narasumber hadir memberikan paparan yaitu dari Ditjen PPKL KLHK, Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Selatan.

Ditjen PPKL KLHK sampai saat ini telah membangun sistem pemantauan kualitas udara ambien secara kontinu/Air Quality Monitoring System (AQMS) di 13 kota pada tahun 2018 dan akan terus bertambah pada tahun berikutnya. Keluaran dari sistem yang dibangun tersebut berupa hasil pemantauan yang dinyatakan dalam parameter pantau. Terdapat 7 (tujuh) parameter pantau yang dihasilkan yaitu SO2, NO2, CO, O3, HC, PM10 dan PM2,5. Selanjutnya hasil pemantauan dilakukan pengolahan data menjadi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) untuk menjadi informasi bagi publik. Selain 13 peralatan tersebut, KLHK juga memiliki 4 peralatan portable dengan parameter PM2,5. Peralatan portabel ini dapat digunakan secara berpindah-pindah ditempat yang diperlukan untuk dipantau.
 
Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, M.R. Karliansyah dalam sambutan pembukaan menyatakan, “Harapan kami, masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi tentang hasil pemantauan kualitas udara ambien yang kami sajikan dalam rangka mendukung kegiatan Asian games 2018. Selain itu, kami sebagai pengambil kebijakan akan lebih mudah dalam menentukan arah kebijakan terkait pengendalian pencemaran udara berdasarkan data kualitas udara yang ada”.
 
Lokasi pemantauan kualitas udara dilakukan di Jakarta yaitu Stadion Gelora Bung Karno, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Convention Center (JCC), Velodrome Rawamangun, Pondok Indah, Cibubur, JI-Expo, TMII, Ancol, dan Pacuan Kuda Pulomas; di Palembang yaitu Jakabaring Aquatic, Wisma Atlet Palembang, Rusunawa/mi Palembang, Jakabaring Venue Volly, dan Jakabaring Venue Tenis. Untuk pelaksanaan pemantauan tersebut, dibentuk tim bersama yang bertugas untuk melakukan validasi hasil pemantauan serta melakukan publikasi data hasil pemantauan.


Drop us a message

You're in the right place! Just drop us a message. How can we help?

Or see contact page
Validation error occured. Please enter the fields and submit it again.
Thank You ! Your email has been delivered.